KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEPULAUAN AYAU KABUPATEN RAJA AMPAT TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SEMPIT

Authors

  • Siswanto Siswanto Politeknik Pelayaran Sorong
  • Arief Nashrul Firdani Politeknik Pelayaran Sorong
  • Lay Tjarles Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
  • Muji Setiyono Politeknik Pelayaran Sorong
  • Alfian Jainul Cahya Politeknik Pelayaran Sorong
  • Ilham Marasabessy Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Yuniar Ayu Hafita Politeknik Pelayaran Sorong
  • Heri Sutanto Politeknik Pelayaran Sorong
  • Moejiono Moejiono Politeknik Pelayaran Sorong
  • I Komang Hedi P Politeknik Pelayaran Sorong
  • Marcelinus Petrus Saptono Politeknik Saint Paul Sorong
  • Johanes Ohoiwutun Politeknik Saint Paul Sorong
  • Sony Rumalutur Politeknik Saint Paul Sorong

DOI:

https://doi.org/10.33556/jstm.v23i1.329

Abstract

Kepulauan Ayau merupakan salah satu pulau terluar yang ada di Indonesia berada di bagian Indonesia Timur yang berada di bagian utara dari Provinsi Papua Barat. Sulitnya akses menuju ke kepulauan Ayau selain dari jaraknya yang jauh dari Pulau Waigeo juga terdapat karang-karang laut indah yang mengelilingi kepulauan Ayau. Karang-karang tersebut menyebabkan kapal harus berhati-hati untuk masuk kedalam perairan kepulauan Ayau ketika melewati alur pelayaran sempit untuk dapat sandar di pulau Abidon. Penelitian ini menggunakan analisa fishbone dalam menentukan faktor – faktor penunjang keselamatan pelayaran di alur pelayaran sempit kepulauan Ayau.  Alur pelayaran dikepulauan Ayau tidak terdapat buoy sebagai rambu pemandu pada alur pelayaran sempit. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat sekitar terhadap keselamatan pelayaran adalah memasang ranting kayu pada batu karang yang dangkal sebagai penanda alur pelayaran. Kearifan lokal yang peduli dengan keselamatan pelayaran ini berharap bisa memandu kapal untuk bisa mampir dan menunjukan keindahan karang laut di kepulauan Ayau.

References

Aldy, A. S. (2015). Olah Gerak Mt. Kuang Saat Memasuki Alur Pelayaran Sempit Di Sungai Musi (Doctoral dissertation, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang).

Al Syahrin, M. N. (2018). Kebijakan Poros Maritim Jokowi dan Sinergitas Strategi Ekonomi dan Keamanan Laut Indonesia. Indonesian Perspective, 3(1), 1-17.

Arima, H. M. (2017). Optimalisasi Pelaksanaan Olah Gerak Kapal Di Perairan Kakap Natuna Pada Kapal Mv. Bintang Natuna (Doctoral Dissertation, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang). Hal. 7-10

Badan Pusat Statistik (2013). Statistik daerah kecamatan Kepulauan Ayau. BPS Raja Ampat. Katalog BPS. 1102001. 9108070 ISSN. 91080.13.50

Chadwick, B.A., H.M. Bahr, dan S.L.Albrecht, (1991). Metode Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial , Semarang: IKIP Semarang Press,

Danial dan Wasriah. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan UPI.

Erwin. (2011). Urgensi Perlindungan Pulau-Pulau Terluar Dalam Kaitan Integritas Teritorial Indonesia. Pranata Hukum Volume 6 Nomor 2 Juli 2011, Halaman 183-196.

Gaspers, V. 2002. Total Quality Management, Cetakan Kedua, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Hal. 98

Herdiyeni, Yeni., Mahmud Zuhud, Ervizal Amir, & Rudi Heryanto. 2014. Development of Mangrove Database for Biodiversity Informatics of IPB Biopharmaca. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 19 (3): 197-203.

Ismail Muhammad Iqbal Bayu Ismail. Suherman dan Okvita Wahyuni. (2017). Peran mualim jaga dalam bernavigasi yang aman di alaur pelayaran sempit perairan tanah Grogot. Jurnal Dinamika Bahari. Vol. 8. No. 1. Edisi Oktober 2017.

Isti, N. (2020). Peranan Alat Bantu Navigasi Pelayaran Untuk Keselamatan Alur Pelayaran Di Wilayah Kerja Distrik Navigasi Kelas Ii Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Karya Tulis. Hal. 6-16

Kadarisman, M., Yuliantini, Y., & Majid, S. A. (2016). Formulasi kebijakan sistem transportasi laut. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 3(2), 161-183.

Kartini Kartono, 1986, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Alumni Bandung

Kusnadi, E. (2011). Fishbone Diagram dan Langkah-langkah pembuatannya. Diakses dari https://eriskusnadi. com/2011/12/24/fishbone-diagram-dan-langkah-langkah-pembuatannya.

Mambtisauw, D., Suaib, H., & Purnomo, A. (2017). Efektivitas Dan Efisien Kinerja Organisasi Publik Di Distrik Kepulauan Ayau. Gradual, 6(2), 66-83.

Mustofa, H. M. (2014). Perencaan Produktivitas Kerja dari Hasil Evaluasi Produktivitas dengan Metode Fishbone di Perusahaan Percetakaan Kemasan PT. X. Jurnal Teknik Industri HEURISTIC, 11(1), 27-46.

Purba, H.H. (2008). Diagram fishbone dari Ishikawa. Retrieved from : https://hardipurba.com/diagram-fishbone-ishikawa/. para. 1–6

Peraturan menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 35 Tahun 2017, Tentang Penyelenggara Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara.

Rohmah, N., Silen, A. P., & Sutrisno, Y. (2017). Mekanisme Replacement Crew Kapal Guna Memperlancar Crewing Management Di Pt. Jasindo Duta Segara. Dinamika Bahari, 8(1), 1918-1929.

Santana, Septiawan K. (2007), Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suharjo, B., & Suharyo, O. S. (2014). Penilaian Risiko Kecelakaan Kapal Berlayar di Alur Pelayaran Timur Surabaya Dengan Metode Formal Safety Assessment (FSA). JOURNAL ASRO, 2, 1-14.

Sukandar, S. C. (2020). Pulau Abidon: Potensi Arkeologi Di Kawasan Pulau Terluar Raja Ampat [Pulau Abidon: The Potency Of Archaeology In The Raja Ampat Outer Islands]. Naditira Widya, 14(2), 107-120.

Syibli, Y. M., & Nuryaman, D. (2021). Peranan Alat Navigasi di Kapal Untuk Meningkatkan Keselamatan Pelayaran di Atas Kapal. Dinamika Bahari, 2(1), 39-48.

Tague, N. R. (2005). The quality toolbox. (2th ed.). Milwaukee, Wisconsin: ASQ Quality Press. Available from http://asq.org/quality-press/display-item/index.html?item=H1224. p. 247

Tribun Papua Barat.com Rabu, 2 Maret 2022, KM. Sabuk Nusantara Kandas dan Tabrak Karang di Raja Ampat, Warga Minta Denda Adat

Published

2022-09-27

Issue

Section

JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM